Cerita ini merupakan salah satu cerita yang ada di dalam buku yang ditulis Ger

UBIN ANTIK BEKAS

Setiap hari Sabtu dan hari Minggu dari jam sepuluh tiga puluh pagi sampai jam lima sore taman seni kami buka

Banyak pengunjung mengunjungi taman seni kami

Para pengunjung penasaran bagaimana Ger membuat karyanya

Pengunjung juga penasaran bagaimana Ger telah mengumpulkan bahan-bahan bangunan bekas

Ger mengatakan bahwa dia membeli bahan-bahan bangunan seperti semen, ubin antik bekas, plat tembaga dan pateri

Terkadang saya mendapatkan bahan-bahan bangunan bekas dari seorang pengunjung

Salah satu pengunjung berkata kepada Ger

"Bapak Ger saya punya ubin antik bekas di rumah saya"

"Saya akan memberi ubin antik bekas kepada Anda, karena saya mengagumi taman seni Anda"

Ger sangat senang karena Ger bisa menggunakan ubin antik bekas dengan baik

Pengunjung itu memberi Ger nomor teleponnya

Pada jam lima siang taman seni kami tutup

Ger sangat bersemangat karena dia sangat ingin tahu berapa ubin antik bekas yang ada di rumah pengunjungnya

Mungkin saya mendapatkan enam puluh ubin antik bekas dari pengunjung

Ger tidur dengan gelisah dan berbicara dalam tidurnya

Keesokan paginya dia menelepon pengunjung dan bertanya, "Bisakah saya datang kepada Anda untuk mendapatkan ubin antik bekas sekarang" Ger juga bertanya, "Saya harus membawa trailer saya"

Ger tidak harus membawa trailernya

Jam sepuluh tiga puluh Ger bisa datang ke rumah pengunjung untuk mengambil ubinnya

Kalau naik mobil dari rumah kami ke rumah pengunjung membutuhkan waktu kira-kira tiga puluh menit

Di rumah pengunjung pertama Ger diundang untuk minum kopi

Ger tidak suka kopi itu, karena sopan santun, Ger minum kopi itu

Ger juga harus minum kopi kedua

Ger berpikir pada dirinya sendiri saya harus minum kopi itu untuk mendapatkan ubin antik bekas itu

Setelah minum kopi Ger bertanya, "Bisakah saya melihat ubin antik bekas sekarang"

Bersama dengan pemilik ubin antik bekas, dia pergi ke gudang kecil

Ger berpikir pada dirinya sendiri, di gudang kecil itu tidak mungkin ada enam puluh ubin antik bekas

Di gudang kecil, Ger bertanya, "Di mana ubinnya"

Pemilik ubin menunjuk ke sebuah kotak kecil

Di kotak kecil ada enam ubin antik bekas dan dua di antaranya rusak

Ger sangat kecewa tetapi Ger tidak menunjukkan rasa kecewanya kepada pemiliknya

Ger berterima kasih kepada pemilik ubin dan pulang

Mientje sangat penasaran dengan ubin antik bekas

Mientje menunggunya di luar  di gerbang

Mientje melihat mobil Ger dan melambai

Setelah Ger memparkir mobil, Mientje bertanya pada Ger, "Apakah saya harus membantu membawakan ubinnya"

"Ya itu bagus"

"Di mana ubinnya"

"Di dalam kotak kecil ada enam ubin dan dua di antaranya rusak"

Mientje banyak tertawa dan berkata, "Ger yang kamu fikirkan  jauh lebih indah dari kenyataannya"

"Ya, Mientje benar"

"Saya juga harus minum dua kopi tidak enak"

"Sekarang saya harus  segera ke toilet"